Pasti Lulus!

Aku pasti lulus! Itu janjiku sama umi dan abiku. Pasti, pasti, pasti dan pastii lulus dan kalau bisa aku juga pingin ngedapetin nilai terbaik, ah, enggak, bukan kalau bisa, tapi harus. Pokoknya aku harus bisa, aku harus bisa ngejar ketertinggalan aku dari kakak-kakak aku yang udah punya prestasi yang bisa dibanggain.

Oke kalau mereka bisa, kayaknya aku juga harus bisa, sama-sama lahir dari rahim dan dibesarin di atap yang sama. Walaupun gak sama tapi minimal mendekati bisalah, ya kan?

Back to topic, kalau ngomongon janji au sama orang tua, jujur aku juga bingung loh, janji apa aku sama umi dan abi. Entah karena aku yang ngelupain atau aku yang gak pernah janji atau malah umi sama abi udah pasrah dan yan penting lulus aja. Duh parah nih aku.

Sudah hal yang wajar kalau orang tua menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, dan banyak orang tua yang rela berpisah dengan buah hatinya, menitipkan mereka ke pondok pesantren dengan harapan untuk menjadi lebih baik dari mereka, dan di sinilah aku sekarang, menjadi salah satu dari sekian banyaknya anak yang harus berpisah dengan orang tua mereka demi merajut masa depan yang cerah.

Apakah aku menyesal? Jujur kalau aku harus mengikuti kata ego terkadang aku merasa kesal dan tidak rela kenapa harus berpisah dengan orang tua, rumah dan keluarga hanya untuk sekolah yang bahkan dekat rumah saja ada banyak. Tapi aku sadar kalau aku merenungkan ini lebih dalam, mengusir ego dan berpikir jauh ke masa depan, mau kuakui atau tidak, tapi ini memang pilihan terbaik yang bisa orang tua pilihkan untuk anaknya.

Menjadi seorang yang kaya ilmu akademis, namun miskin dalam ilmu agama, itu hanya akan menjadi mimpi buruk bagi seorang muslim. Ya, seperti yang kita tau Pesantren memanglah mengajarkan ilmu agama, namun tidak banyak yang juga mengajarkan ilmu lain, menjadi kayak dalam ilmu agama namun miskin dalam ilmu akademik juga bukan pilihan yang bagus di masyarakat sekarang ini.

Banyak hal sekarang ini yang menilai orang dari ilmu akademis, tanpa memikirkan ilmu agamanya. Tapi islam tentu menjunjung ilmu agama melebihi ilmu-ilmu lainnya. Nah, untuk saat ini cara menyeimbangkannya adalah memiliki keduanya. Ilmu agama dan ilmu akademik, dan di sini lah aku, di pondok yang mengajarkan kedua ilmu itu, yeah meski tak merata.

Dari sekian banyaknya janjiku dengan orang tuaku, hanya beberapa saja yang kuingat betul dan salah satu yang paling kuingat adalah AKU PASTI LULUS. Aku janji sama umi juga abi kalau aku pasti bakal lulus dari sini dengan nilai yang sedikitnya bisa kubanggakan, tidak sebagus aa, tapi aku yakin bisa. Doain ya, Mi, Bi, semoga aku lulus dengan baik dan bisa membuat kalian bangga.

Wassalam. [Malika Kautsar Ilmi, asal Sukabumi, Jawa Barat, kelas 11]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: