Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Ayo mulai

Go! Go! Go!

Pesantren media. Itulah nama sekolahku saat ini.

Dengan jumlah santri yang tidak banyak, membuatku termotivasi untuk semangat dalam menjalani kehidupan di pondok (khususnya dalam belajar).

Dulu, sewaktu SMP. Teman seangkatanku bisa sampai 80-90 orang (itupun baru teman seangkatan). Melihat angkanya saja membuatku bergidik ngeri. Dan, saat itulah aku langsung menyerah, menyerah untuk berharap bahwa aku bisa menjadi rangking teratas. Jangankan berharap, mau berusaha pun tetep tidak bisa, aku yakin itu. Makanya aku berfikir ‘yang penting naik kelas’ itu sudah lebih dari cukup. Sejak saat itu aku sama sekali tidak melihat rapotku, hingga kelas 9 SMP pertama kali aku melihat rapotku… Dan, ya…. Cukup bikin sedekit nyesek, karena aku bukan peringkat paling bawah, bisa terkategori tengah.

Cukup bagus bagiku, karena aku yakin tidak bisa menyaingi teman teman di kelasku (kelas A) yang rata rata di sana itu pintar pintar. Membuatku benar benar minder dan tanpa mencobapun, aku langsung mundur.

Tapi berbeda dengan sekarang. SMA, masa di mana aku harus berjuang menemukan bakatku yang dapat berguna di masa depan.

Memang sama seperti SMP. Aku benar benar down saat mendengar jumlah santri di sekolah yang aku masukin ini, dan berfikir bahwa aku akan benar benar menjadi peringkat terakhir! Ugh, membayangkannya saja membuatku cukup tertekan.

Namun, berfikir negatif tidak akan membuatku menjadi peringkat teratas. Makanya aku mulai bertekat untuk merubah mindsetku. Dari yang tadinya ‘yang penting naik kelas’ menjadi ‘aku tidak ingin diperingkat terakhir!’

Dengan mindsetku yang berubah, tentu semangatku juga ikut berubah. Dari yang dulu aku hanya belajar seadanya, entah kenapa aku jadi benar benar harus giat belajar. Ya… menurutku ini bukan perubahan yang drastis. Karena aku sedikit kesal! Gara gara aku terlalu memikirkan peringkat, akhirnya kepikiran trus, dan tumbuh bruntusan di jidadku… menyebalkan! Ga tau mau sedih atau gimana.

Memang peringkat bukan segalanya. Tapi… ini salah satu cara agar aku bisa membanggakan orang tuaku. Jadi… berjuanglah di manapun kamu berada. Jangan bandingkan prosesmu dengan proses orang lain. setiap manusia mempunyai porsinya masing-masing, boleh saja kamu berusaha menjadi yang terbaik, tapi ingat tubuhmu butuh istirahat. Keep fighting!!! [Khadijah Taqiyah, asal Tangerang, Banten, kelas 10]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: