Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai

Pahlawan Rasa Sejuta Jasa

Siapa yang di sini punya pahlawan kebanggaan? Punya? Oh, kalau aku sih pastinya punya dong. Pahlawanku itu adalah Umi dan Abi ku. Yes, Umi dan Abi adalah pahlawan kebangganku, pahlawan yang menorehkan banyak sekali jasa dalam hidupku, yang tanpanya hidup ini akan menjadi hampa.

Banyak hal dari mulai yang kecil hingga yang besar yang membuat mereka pantas menyandang gelar pahlawan hati dan hidup bagiku. Misalnya, mereka adalah orang tuaku yang telah membesarkanku dengan penuh kasih sayang, meskipun aku sangat mengakui banyak sekali tingkahku yang menjengkelkan dan membuat muak, tapi mereka tetap sabar dan banyak mencurahkan kasih sayang untukku.

Mereka adalah cahaya dalam hidupku, aku mencintai kalian sepenuh hatiku. Kalian adalah inspirasi nyata dalam hidupku, orang pertama yang mengajarkan arti dari kehidupan, jauh sebelum para guru mengajarkanku.

Untuk Abi. Abi adalah sosok ayah yang amat kubanggakan, Abi jugalah cinta pertama dalam hidupku, cinta suci dari seorang anak kepada ayahnya. Abi jugalah lelaki pertama yang mencintaiku sejak aku dilahirkan. Abi mengajarkanku tentang arti hidup, hidup itu berat, tapi tak boleh dianggap berat, cukup nikmati dan buat banyak kebaikan aja.

Dari Abi aku mengenal arti dari perjalanan hidup, dari Abi juga aku mulai melihat ke sekelilingku, memerhatikan kehidupan orang lain dan tidak boleh egois untuk fokus pada diri sendiri. Abiku adalah seorang pekerja keras yang rela kerja dari pagi ke pagi demi keluarga, walaupun seringkali keras kepala dan sulit dinasehati, tapi itulah Abiku. Seorang lelaki tangguh yang amat berjasa dalam hidupku.

Lain untuk Abi, lain juga untuk Umi. Untuk Umi. Umi adalah wanita yang tentunya sangat aku banggakan. Umi yang telah melahirkan dan juga membesarkanku, umi juga madrasah pertama bagiku, umi juga yang telah merawatku dan sabar dngan tingkah lakuku yang sangat menyebalkan.

Dari Umi aku belajar arti dari kesabaran. Sabar dalam menghadapi segala macam permasalahan hidup, sabar dalam menghadapi ujian dan sabar dengan segala macam kekurangan. Dari umi aku belajar menjadi seorang wanita muslimah tentunya harus memiliki pendirian teguh, keimanan kuat dan rasa cinta yang dalam terhadap Allah dan Rasulnya, terhadap keluarga dan tentu kepada anaknya.

Umi adalah wanita terhebat bagiku. Cantik, pintar, rajin, tangguh, sabar dan baik. Sungguh, benar benar wanita yang sangat menginspirasi hidupku untuk hidup sesuai seperti dirinya, berbagai rintangan hidup telah engkau hadapi tanpa banyak mengeluh. Umi engkau adalah wanita yang kucintai sekaligus cinta pertamaku.

Umi, Abi, menjadi anak bagi kalian adalah suatu anugrah bagiku. Mendapatkan kalian sebagi tokoh yang menginspirasi dalam hidupku adalah sebuah kebahagian dan mendapatkan curahan kasih sayang dari kalian adalah penghargaan terbesar dalam hidupku yang tiada apa-apanya ini.

Sekali lagi. Umi Abi, aku mencintai kalian dan aku bahagia kalian menjadi cinta pertama bagiku, anak bungsu kalian yang lebih merepotkakn daripada kedua kakaknya. Jangan bosan-bosan memperhatikan aku ya, aku cemburu loh. Hahaha.

Wassalam. [Malika Kautsar Ilmi, asal Sukabumi, Jawa Barat, kelas 11]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: